Pernahkah kita melakukan sesuatu secara berlebihan ketika menyukainya, kemudian melandai, sampai akhirnya berhenti. Itulah yang dinamakan sindrome love bombing. Hal itu terjadi di kehidupan sehari-hari. Pada dunia kerja, seorang karyawan baru mungkin saja rela pulang larut malam, hingga masuk sampai weekend. Tapi ketika bekerja beberapa tahun mulai sering bosan.
Pada passion, yang katanya minat, pun mengalami pasang surut. Bisa berubah dan berpindah. Dari satu bidang ke lainnya. Sama seperti hobi. Berapa banyak akuarium yang terbengkalai karena pemiliknya bosan pelihara ikan. Juga tumpukan pot bunga yang menumpuk kosong karena karena pemiliknya berhenti.
Saat pertama mencoba hal baru, otak melepas dopamin tinggi karena ada unsur baru dan menantang. Lama-lama, hal yang sama terasa “biasa”.
Jadi, love bombing merupakan mekanisme kerja otak. Bagaimana agar dia tidak “anget-abget tahi ayam”? Motivasi turun karena ada keterpaksaan, tidak berkembang, atau kehilangan makna. Jadi carilah jeda untuk memikirkan, meskipun dikira “bengong“, karena bisa jadi itu privilege manusia abad ini didera gempuran informasi dan medsos.