Piala Dunia 2026, Negara yang Saya Kunjungi Lolos ke Babak Gugur
Ternyata hidup saya seperti grup Piala Dunia. Setiap negara meninggalkan satu babak kenangan. Dan ketika mereka lolos ke babak gugur, kenangan itu ikut lolos juga.
Dahulu, Kartini berjuang membuka akses pendidikan dan kesetaraan. Kini, perempuan menghadapi tantangan baru: menyeimbangkan peran sebagai individu, profesional, ibu, sekaligus penentu masa depan.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dah ulu, Kartini berjuang membuka akses pendidikan dan kesetaraan. Kini, perempuan menghadapi tantangan baru: menyeimbangkan peran sebagai individu, profesional, ibu, sekaligus penentu masa depan.
Di era modern, perempuan membawa nilai unik ke dunia kerja: perspektif beragam, empati dalam kepemimpinan, daya adaptasi tinggi, dan ketangguhan menghadapi tekanan. Karena itu, lingkungan kerja inklusif bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Ruang yang mendukung perempuan berkembang tanpa memaksa memilih antara karier dan keluarga akan melahirkan individu yang berdaya, keluarga yang harmonis, dan organisasi yang sehat.
Di tengah dinamika peran dan fungsi LPS saat ini, budaya kerja yang sehat dan inklusif jadi fondasi. Tujuannya satu: agar setiap perempuan di LPS bisa tumbuh tanpa harus meninggalkan jati diri dan perannya di luar kantor.
Semangat Kartini hari ini bukan hanya soal membuka pintu kesempatan. Lebih dari itu, memastikan setiap perempuan di LPS punya ruang aman, setara, didengar, dan dihargai. Dari semangat inilah kolaborasi lahir. Perempuan LPS kian percaya diri mengambil peran, menaklukkan tantangan, dan memberi kontribusi optimal.
Profesionalisme dan peran personal bisa berjalan beriringan. Buktinya ada di perempuan-perempuan LPS. Karena keberhasilan tidak pernah dibangun sendirian. Ia tumbuh dari budaya saling mendukung.
Untuk Kartini-Kartini LPS: Senyumlah. Senyum itu cermin ketangguhan, kasih sayang, dan semangat bertumbuh. Kalian adalah representasi keberdayaan, inspirasi, dan penggerak perubahan.
Ditulis oleh Anggia Raniardhy, Kepala Tim Rekrutmen Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ternyata hidup saya seperti grup Piala Dunia. Setiap negara meninggalkan satu babak kenangan. Dan ketika mereka lolos ke babak gugur, kenangan itu ikut lolos juga.
Kini Piala Dunia 2026 datang. Tiga negara yang dulu saya singgahi - Meksiko, Brasil, Argentina - kembali berlaga. Dan anehnya, setiap kali bendera mereka berkibar, yang muncul di kepala saya bukan data ekonomi, tapi rasa. Me
Mesir lebih aktif menyerang dari berbagai sisi, termasuk mengandalkan Mohammad Salah (Liverpool) di kanan dan Omar Marmoush (Manchester City) di sisi kiri. Gol yang diciptakan Mostafa Zico pada babak kedua, berasal dari gebrakan dari sayap kanan, bek kanan Mohammad Hany mengirim umpan lambung ke tengah, dan disambut sundulan kepala Zico.