• Fri, Jul 2026

DAMRI Jajaki Elektrifikasi Angkutan Karyawan AMMAN di Batu Hijau

DAMRI Jajaki Elektrifikasi Angkutan Karyawan AMMAN di Batu Hijau

DAMRI dan PT Amman Mineral Internasional Tbk menjajaki peluang implementasi bus listrik untuk mendukung angkutan karyawan di kawasan Batu Hijau, Sumbawa Barat. Penjajakan ini dilakukan setelah rombongan AMMAN mengikuti site visit dan uji coba bus listrik di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur.

JAKARTA — DAMRI membuka peluang kerja sama elektrifikasi angkutan karyawan dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk di kawasan Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Peluang tersebut dibahas dalam agenda site visit bus listrik di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur, Jumat, 24 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, Head of Transport & Infrastructure Technical Advisor PT Amman Mineral Internasional Tbk John Noldi Dajoh mengikuti pemaparan operasional bus listrik DAMRI dan mencoba langsung unit bus listrik Higer.

AMMAN merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, penambangan, pengolahan, peleburan, dan pemurnian. Melalui anak usahanya, perusahaan mengoperasikan tambang Batu Hijau dan mengembangkan proyek Elang di Pulau Sumbawa.

Kawasan Batu Hijau memiliki kebutuhan transportasi karyawan yang besar. AMMAN menyebut ratusan bus beroperasi sepanjang waktu untuk mengangkut karyawan dari tempat tinggal menuju area kerja, dengan terminal dan halte yang ditempatkan di area operasional serta permukiman utama.

Perlu Data Teknis

Dalam uji coba bus listrik Higer KLQ6121ZAEV, John Noldi Dajoh menyampaikan kesan positif. Ia menilai bus listrik memiliki getaran mesin yang halus dan memberikan kenyamanan bagi penumpang.

John meminta DAMRI menyiapkan data teknis untuk diajukan kepada manajemen AMMAN. Data tersebut dibutuhkan agar perusahaan dapat menilai kelayakan implementasi bus listrik di lingkungan operasional Batu Hijau.

Informasi teknis yang dibutuhkan mencakup spesifikasi armada, kebutuhan pengisian daya, kapasitas baterai, jarak tempuh, kebutuhan area parkir, pola operasi, hingga estimasi kebutuhan listrik untuk mendukung armada.

Direktur Human Capital & General Affairs DAMRI Peppy Fachrial mengatakan, DAMRI berkomitmen menindaklanjuti peluang implementasi bus listrik di Batu Hijau. Dalam satu hingga dua minggu ke depan, DAMRI akan melakukan survei lokasi untuk memetakan kebutuhan teknis.

Survei tersebut akan melihat lokasi potensial stasiun pengisian, kebutuhan parkir, kesiapan pasokan listrik, pola rute, waktu operasi, serta kesiapan perawatan armada.

Peremajaan Armada Tetap Berjalan

Selain penjajakan bus listrik, DAMRI juga menyiapkan peremajaan armada untuk layanan di site Batu Hijau. Sebanyak 18 bus yang digunakan di kawasan tersebut direncanakan diganti dengan Jetbus 5 tahun 2023 yang dinilai lebih proper untuk mendukung operasional karyawan.

Peremajaan ini menjadi langkah antara sebelum implementasi bus listrik dapat dilakukan secara penuh. Dengan demikian, kualitas layanan angkutan karyawan tetap meningkat sembari kajian elektrifikasi disiapkan.

Penerapan bus listrik di kawasan tambang membutuhkan perhitungan matang. Faktor medan, jarak tempuh, jam operasi, kapasitas angkut, beban pendingin udara, kesiapan listrik, hingga pola pengisian daya harus disesuaikan dengan karakter operasional site.

Namun, peluang elektrifikasi di Batu Hijau cukup relevan karena AMMAN telah mulai mengintegrasikan energi terbarukan dalam operasinya. Perusahaan telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 26,8 MWp sejak Juni 2022, yang disebut sebagai salah satu instalasi PLTS terbesar untuk operasi pertambangan di Indonesia.

Jika kajian teknis dan bisnis menunjukkan hasil positif, kerja sama DAMRI dan AMMAN dapat menjadi contoh penerapan transportasi rendah emisi di kawasan industri dan pertambangan. Model ini dapat memperlihatkan bahwa elektrifikasi angkutan tidak hanya relevan untuk kota besar, tetapi juga untuk kebutuhan mobilitas pekerja di kawasan operasional berskala besar.