• Fri, Jul 2026

DAMRI dan Pemprov NTB Jajaki Implementasi Bus Listrik untuk Bandara, Mataram, dan Mandalika

DAMRI dan Pemprov NTB Jajaki Implementasi Bus Listrik untuk Bandara, Mataram, dan Mandalika

DAMRI bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan PT Amman Mineral Internasional Tbk melakukan site visit bus listrik di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur, pada 24 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan implementasi angkutan rendah emisi di NTB, khususnya untuk rute bandara, Kota Mataram, Mandalika, dan kebutuhan shuttle event internasional.

JAKARTA — Perum DAMRI menerima kunjungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan PT Amman Mineral Internasional Tbk dalam agenda site visit angkutan bus listrik di Unit Perbengkelan DAMRI, Jakarta Timur, Jumat, 24 Juli 2026.

Kunjungan tersebut dihadiri Lalu M. Faozal sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Head of Transport & Infrastructure Technical Advisor PT Amman Mineral Internasional Tbk John Noldi Dajoh, Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar, Direktur Human Capital & General Affairs Perum DAMRI Peppy Fachrial, serta Direktur Teknik dan Fasilitas Perum DAMRI Arifin.

Agenda site visit diawali dengan pemaparan mengenai pengalaman DAMRI mengoperasikan bus listrik untuk layanan Transjakarta. DAMRI sebelumnya menjadi salah satu operator bus listrik Transjakarta. Pada akhir 2024, DAMRI meluncurkan tambahan 90 armada bus listrik untuk Transjakarta sehingga total bus listrik DAMRI yang dioperasikan untuk Transjakarta saat itu mencapai 116 unit.

Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi NTB yang sedang menyiapkan pengembangan angkutan umum rendah emisi. Implementasi bus listrik dinilai relevan untuk mendukung konektivitas kawasan strategis, mulai dari Bandara Internasional Lombok, Kota Mataram, hingga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Uji Coba Bus Listrik Higer

Setelah pemaparan, rombongan melakukan uji coba bus listrik merek Higer. Unit yang diuji merupakan Higer KLQ6121ZAEV, bus listrik berukuran 12 meter dengan kapasitas sekitar 41 kursi. Model sekelas Higer 12 meter umumnya dirancang sebagai bus besar untuk layanan antarkota, komuter, maupun angkutan publik dengan kabin yang lebih senyap dan minim getaran.

Para tamu menyampaikan kesan pertama yang positif setelah mencoba bus listrik tersebut. John Noldi Dajoh mengatakan dirinya terkesan dengan kenyamanan bus, terutama karena getaran mesin terasa halus dan perjalanan lebih nyaman dibandingkan bus konvensional.

“Kesan pertamanya sangat baik. Getaran mesin halus dan nyaman,” ujar John dalam kunjungan tersebut.

Lalu M. Faozal menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB melihat peluang implementasi bus listrik pada sejumlah rute strategis. Rute awal yang dapat dikembangkan antara lain layanan dari bandara menuju Kota Mataram dan dari bandara menuju Mandalika.

Ia juga menyebut implementasi awal ditargetkan dapat dimulai pada 1 Agustus 2026. Selain itu, bus listrik juga diproyeksikan untuk mendukung layanan shuttle dalam dan luar kawasan pada gelaran MotoGP Mandalika 2026.

Berdasarkan kalender resmi MotoGP 2026, Grand Prix Indonesia di Mandalika masuk dalam rangkaian flyaway Asia pada Oktober 2026 setelah Jepang dan sebelum Australia-Malaysia.

Dishub NTB Petakan Rute Padat

Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengatakan, sejumlah rute di Kota Mataram sudah memiliki tingkat lalu lintas dan permintaan perjalanan yang cukup tinggi. Rute-rute tersebut dinilai berpeluang menjadi lokasi implementasi awal bus listrik.

Menurut Ervan, penerapan bus listrik harus mempertimbangkan kesiapan rute, kepadatan penumpang, infrastruktur pengisian daya, serta integrasi dengan simpul transportasi lain. Dengan begitu, bus listrik tidak hanya menjadi simbol transportasi hijau, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

Bagi DAMRI, site visit ini menjadi momentum memperluas pengalaman elektrifikasi angkutan perkotaan dari Jakarta ke daerah. Jika diterapkan di NTB, bus listrik dapat menjadi bagian dari transformasi transportasi publik yang lebih bersih, nyaman, dan mendukung citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.