JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara menargetkan biometana dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan mulai mengalir pada 2027. Gas akan disalurkan melalui jaringan PGN kepada industri di Jawa Barat.
Grup Head Gas Supply and LNG Trading PGN Muhammad Anas Pradipta mengatakan proyek ditargetkan segera memasuki tahap operasi. Calon pembelinya melibatkan perusahaan Jepang, termasuk industri yang membutuhkan alternatif gas rendah karbon.
Produksi rata-rata diproyeksikan sekitar 1 juta kaki kubik standar per hari atau 1 MMSCFD. Volume dapat naik menjadi 2 MMSCFD saat bahan baku mencukupi, tetapi pada lokasi tertentu hanya sekitar 0,5 MMSCFD.
PGN bekerja sama dengan Toyota Tsusho Indonesia dan KIS Biofuels Indonesia. Fasilitas yang memulai pembangunan pada 5 Oktober ditargetkan menghasilkan sekitar 150.000 MMBTU biometana per tahun.
PGN bertindak sebagai pembeli utama sekaligus pengangkut gas melalui jaringan pipanya. Nilai investasi, harga jual biometana, dan biaya pengiriman belum diumumkan.
