INFRASTRUKTUR.CO.ID, MALANG: Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai memasuki tahap penting. Infrastruktur yang diproyeksikan menjadi urat nadi baru perekonomian kawasan pesisir selatan itu terus dikebut agar dapat memperkuat konektivitas, distribusi logistik, dan akses pariwisata.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, progres fisik ruas Gondanglegi–Balekambang telah menembus lebih dari 70 persen. Ruas tersebut menjadi salah satu bagian penting karena menghubungkan pusat aktivitas masyarakat dengan kawasan pesisir dan destinasi wisata di Malang Selatan.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan sebagian besar pekerjaan mayor di lapangan telah terselesaikan.
“Kemajuan progres fisik sudah hampir 70 persen dan pekerjaan mayor hampir semua terselesaikan,” kata Khairul.
Menurut dia, sisa pekerjaan yang masih berjalan kini terus dikebut, termasuk penyelesaian sejumlah jembatan. Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan dapat tuntas pada akhir tahun ini.
“Termasuk pembangunan sejumlah jembatan yang berjalan sesuai jadwal dan siap tuntas akhir tahun ini,” ujarnya.
Konektivitas Selatan Jawa Timur
Pembangunan JLS tidak hanya penting bagi Kabupaten Malang, tetapi juga bagi konektivitas kawasan selatan Jawa Timur secara lebih luas. Jalur ini diharapkan menjadi koridor penghubung antarkabupaten, termasuk dari arah Blitar menuju perbatasan Malang.
Berdasarkan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), titik-titik penyambung antardaerah terus diakselerasi agar jalur logistik pesisir selatan Jawa Timur dapat terbentuk secara utuh.
Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana lanjutan jangka panjang, yakni pembangunan JLS yang menghubungkan Kabupaten Malang hingga Kabupaten Lumajang. Proyek lanjutan tersebut ditargetkan tuntas pada 2028.
Jika tersambung penuh, JLS berpotensi menjadi jalur alternatif penting di selatan Jawa Timur. Jalur ini dapat memperpendek waktu tempuh, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta membuka akses ke kawasan wisata pantai yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur memadai.
Harapan Baru Warga Pesisir
Kehadiran JLS mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan Malang Selatan. Selama bertahun-tahun, warga pesisir menghadapi kendala aksesibilitas akibat kondisi jalan yang rusak, berliku, serta kontur wilayah yang berbukit.
Samsul Arifin, warga Desa Bantur, Kabupaten Malang, mengatakan pembangunan JLS memberi harapan baru bagi masyarakat setempat. Menurut dia, jalan yang semakin baik membuat mobilitas warga menjadi lebih mudah.
“Dulu kalau mau membawa hasil bumi atau akses ke kota rasanya cukup melelahkan karena jalurnya rusak dan berliku tajam. Dengan adanya kelanjutan pembangunan JLS ini, kami merasa akses jadi jauh lebih cepat,” tutur Samsul.
Ia berharap pembangunan JLS dapat memberi dampak langsung terhadap ekonomi warga. Akses yang lebih baik diyakini mampu mengangkat sektor pariwisata, perdagangan hasil bumi, serta harga hasil laut masyarakat pesisir.
“Harapannya, roda ekonomi warga, sektor pariwisata, dan harga hasil laut di sini bisa terangkat naik secara signifikan,” kata Samsul.
Koridor Pertumbuhan Baru
JLS Malang kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai jalur penghubung antardaerah. Infrastruktur ini mulai dilihat sebagai koridor pertumbuhan baru yang dapat mengurangi kesenjangan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Malang.
Dengan terbukanya akses menuju pantai-pantai di Malang Selatan, sektor wisata berpotensi tumbuh lebih cepat. Pelaku usaha lokal, nelayan, petani, pedagang, hingga penyedia jasa wisata dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya arus kunjungan dan distribusi barang.
Namun, percepatan pembangunan JLS juga perlu diikuti dengan penataan kawasan. Pemerintah daerah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi pesisir berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan, keselamatan jalan, kesiapan fasilitas publik, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target, JLS dapat menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mengubah wajah Malang Selatan. Dari kawasan yang selama ini relatif sulit dijangkau, pesisir selatan Malang berpeluang tumbuh menjadi pusat ekonomi baru berbasis pariwisata, pertanian, perikanan, dan logistik.