LPDS: Wartawan harus lebih Pintar dari AI
Wartawan dituntut lebih pintar dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, karena lebih memiliki nurani dan etika jurnalistik.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dunia tak akan pernah damai sebelum kesombongan Amerika ditekuk.?Simak sejarah, siapa agresor, Israel atau Iran? Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Israel dipacu senjata nuklir, Iran tidak boleh mengembangkan hal yang sama??Amerika dengan angkuh menyerang sambil mengancam: nggak boleh membalas. Buat daftar panjang negara negara luluh lantak jadi ajang perang demi dominasi AS sebagai penguasa dunia.?Contoh mutakhir. Vietnam yang bangkit dari puing puing perang melawan AS, kini menyalip Indonesia dalam berbagai aspek karena investasi dan teknologi China. Kini diancam AS untuk menghentikan penggunaan teknologi China. Kalau tidak pasar AS akan ditutup bagi produksi Vietnam. China mengimpor lebih dari 1 juta barel minyak per hari dari Iran, dengan harga yang sangat murah. Salah satu faktor yang membuat barang China menjadi sangat murah dan mendominasi pasar global. Aliran minyak itu harus ditutup.
Dua negara - yang mengaku negara Islam - terang terangan membantu Israel. Yordan dan Mesir. Sembilan negara Arab yang memfasilitasi pangkalan militer AS, ada juga yang omon-omon lagak pahlawan, sambil menyembunyikan kepala di rumah siput. Jelas banci dan pengecut! Ketika raja lalim mengobok-obok kaum kalian, alih-alih melawan, kalian malah menghamba. Saling cintanya pada harta dunia.?Biarlah Allah mengutuk kalian punah dari muka bumi. *) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id.
Wartawan dituntut lebih pintar dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, karena lebih memiliki nurani dan etika jurnalistik.
Dimas Agung, sutradara film dokumenter, mendapat darah Betawi dari garis ayah yang bernama Danu Wijaya. Kakeknya H. Abdul Karim bin Napis, Betawi asli Kampung Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Betawi Institute mencanangkan gerakan atau aksi Bela Betawi Liwat Literasi untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra 2026 pada Oktober tahun ini.
