• Fri, Aug 2026

BUMDes Hadapi Tantangan Pengelolaan Keuangan, FEB UI Beri Solusi Penguatan Kapasitas

BUMDes Hadapi Tantangan Pengelolaan Keuangan, FEB UI Beri Solusi Penguatan Kapasitas

Kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penyempurnaan Laporan Keuangan BUMDes dan Peternakan Rakyat di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sekitarnya, bertempat di Resto Kalibayem Jogja, Yogyakarta, Jumat (14/8). (Foto: Dok. Prof. Rofikoh Rokhim)

BUMDes diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, YOGYAKARTA - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan. Untuk itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memberikan pendampingan guna mengatasi permasalahan tersebut.

Departemen Manajemen FEB UI menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penyempurnaan Laporan Keuangan BUMDes dan Peternakan Rakyat di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sekitarnya.

Kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat. 

Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi kebutuhan mitra yang menunjukkan bahwa banyak BUMDes masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan tata kelola organisasi yang profesional.

Kegiatan pendampingan ini berlangsung di Resto Kalibayem Jogja yang diikuti oleh pengurus BUMDes yang bergerak di sektor peternakan dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Penyelenggara Prof. Rofikoh Rokhim menjelaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola menjadi faktor penting agar BUMDes mampu mengelola usaha secara profesional serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh potensi usaha yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan dalam menerapkan tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan yang baik," papar Prof. Rofikoh.

Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman sekaligus bimbingan teknis agar mampu membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kegiatan menghadirkan sharing dan praktik dari para akademisi yang memiliki kompetensi di bidang manajemen, keuangan, dan tata kelola organisasi, yaitu Prof. Rofikoh Rokhim, Prof. Viverita, Dr. Dwi Nastiti Danarsari, Dr. Elok Savitri Pusparini, serta Mohammad Budi Prasetyo.

Mereka membahas berbagai materi mulai dari prinsip-prinsip tata kelola organisasi, penyusunan laporan keuangan BUMDes, pengendalian internal, hingga pengelolaan risiko usaha untuk mendukung keberlanjutan organisasi.

Prof. Rofikoh menjelaskan melalui program ini  diharapkan para pengurus BUMDes memiliki kompetensi yang lebih kuat dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

“Juga mampu menyusun laporan keuangan yang kredibel yang dapat digunakan untuk memperoleh rekanan serta akses pembiayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan selain sesi pelatihan, program ini juga dirancang dalam bentuk pendampingan teknis. 
 

"Sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk menerapkan materi secara langsung dalam penyusunan format pencatatan keuangan, penyempurnaan administrasi, serta penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi," jelasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes secara berkelanjutan, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga implementasi di lapangan.

"Program ini mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu potensi unggulan daerah," papar Prof. Rofikoh.

Dengan tata kelola keuangan yang lebih baik, lanjutnya, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan ini mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebagai model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas kelembagaan.

"Selain mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)," kata Prof. Rofikoh.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT BRI Insurance, PT Asuransi BRI Life, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

BRI Group memberikan pemahaman tentang tabungan, pinjaman individu, kelompok dan lembaga serta asuransi jiwa mikro dan asuransi kerugian mikro.

“BUMDes harus dapat mengelola pendapatan dan melindungi diri anggota dan kekayaannya dari berbagai risiko ketidakpastian,” jelas Prof. Rofikoh seraya menambahkan perlunya literasi produk keuangan mikro.(*)