Harga TINS Tinggi, Potensi Permintaan Meningkat
Saya tetap menjagokan PT Timah Tbk. alias TINS. Harga yang tinggi, potensi permintaan yang meningkat dan struktur pasar yang menguntungkan.
Bulan Juli adalah musim publikasi laporan keuangan 2Q26. Mudah-mudahan naiknya biaya energi tidak membawa dampak yang terlalu buruk.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Setelah 72 bulan berturut-turut mencatat surplus, neraca dagang Indonesia mengalami defisit US$1.61 miliar pada Juni lalu. Bisa difahami karena neraca migas defisit dalam, impor migas naik lebih dari 70%. Neraca non migas masih surplus.
Akibatnya, inflasi Juni naik ke 3.34 yoy dari 3,08 bulan sebelumnya. Indeks manufaktur (PMI) kontraksi ke 46,9 vs. 50 bulan lalu.
Tanpa perbaikan kinerja pada bulan bulan mendatang 2H26, membuka peluang melebarnya defisit transaksi berjalan. Bila itu terjadi, cadangan devisa akan turun, memicu capital outflows lebih jauh, tekanan terhadap rupiah, dan memaksa BI menaikkan tingkat bunga acuan, naiknya imbal hasil SBN, mengerek biaya dana.
Bulan Juli adalah musim publikasi laporan keuangan 2Q26. Mudah-mudahan naiknya biaya energi tidak membawa dampak yang terlalu buruk.
Markitu. Mari kita tunggu.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id
Saya tetap menjagokan PT Timah Tbk. alias TINS. Harga yang tinggi, potensi permintaan yang meningkat dan struktur pasar yang menguntungkan.
Saya sepakat dengan ustadz Ahmad Masykur bahwa banjir di Sumatra yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bukanlah musibah. Lho kok bisa? "Ini bukan bencana alam tapi kejahatan lingkungan," katanya. Anak Betawi lulusan dari pascasarjana Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, tersebut mengatakan bagi mereka yang berpendapat bahwa hal itu sebagai musibah berarti menyalahkan Allah.