• Tue, Sep 2026

Kemenhub Tambah Tiga Kapal untuk Urai Antrean Ketapang–Gilimanuk

Kemenhub Tambah Tiga Kapal untuk Urai Antrean Ketapang–Gilimanuk

Kementerian Perhubungan menambah tiga kapal berkapasitas besar untuk mengurai antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang sempat mencapai sekitar 12 kilometer.

Kementerian Perhubungan menambah tiga kapal berukuran sekitar 5.000 gross tonnage atau GT untuk memperkuat pelayanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Dua kapal didatangkan dari Padangbai dan satu kapal dari Merak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan penambahan kapal ditujukan untuk mempercepat pengangkutan kendaraan dan mengurangi kepadatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah juga menerapkan skema tiba–bongkar–berangkat. Melalui skema tersebut, kapal yang tiba segera menurunkan muatan dan kembali berangkat tanpa menunggu terlalu lama di dermaga.

Kendaraan dipisahkan berdasarkan berat muatan. Kendaraan dengan berat kurang dari 35 ton diarahkan ke dermaga berdaya dukung sesuai, sedangkan kendaraan lebih dari 35 ton dilayani melalui dermaga dengan kapasitas minimal 50 ton.

Antrean kendaraan di luar Pelabuhan Ketapang pada Jumat, 4 September, dilaporkan mencapai sekitar 12 kilometer dan didominasi angkutan barang. Kepadatan terjadi saat jumlah kapal beroperasi turun dari 28 menjadi 23 unit.

Kapasitas pelayanan turut berkurang akibat pekerjaan peningkatan daya dukung Dermaga MB II dari 35 ton menjadi 50 ton serta kerusakan Dermaga Bulusan. Pemerintah juga akan mempercepat revitalisasi dermaga, menyiapkan zona penyangga, dan mengaktifkan Pelabuhan Jangkar untuk sebagian kendaraan logistik.