Sebanyak 227.365 Sekolah Membutuhkan Sambungan dan Tambahan Daya Listrik
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Sekolah adalah tempat tumbuhnya kemampuan berpikir, berbicara, menulis, berkarya, dan mengekspresikan gagasan.
INDOWORK.ID, JAKARTA: Di tengah gempuran konten digital, SMAN 38 Jakarta memilih cara berbeda untuk melatih siswanya. Bukan sekadar belajar di kelas, tapi langsung praktik menulis, berbicara, berpuisi, berpidato, hingga membuat foto dan video.
Caranya lewat program Pelatihan Linterasi, Ekspresi, dan Komunikasi Kreatif yang diusulkan pada Juli 2026. “Sekolah bukan hanya ruang belajar mata pelajaran,” kata direktur Pustaka Kaji Hamzah Ali, sebagai pengusul program, kepada Kepala SMAN 38, Juliana Sri Mulyati, Jumat, 5 Juni 2026.
“Sekolah adalah tempat tumbuhnya kemampuan berpikir, berbicara, menulis, berkarya, dan mengekspresikan gagasan,” kata ayah dua anak itu meyakinkan.
Berbeda dengan kelas biasa, pelatihan ini mengusung prinsip less theory, more practice. Siswa tidak disuruh menghafal. Mereka langsung bikin karya.
Ada sembilan pilihan kelas: Penulisan, Menulis Cerita, Pidato, Pantun, Puisi, Public Speaking, Menulis Cerpen, Videografi, dan Fotografi. Di kelas Penulisan, siswa belajar meramu ide dari keseharian jadi artikel pendek. Di kelas Cerpen, mereka merancang tokoh dan konflik, lalu menulis drafnya. Di Public Speaking, rasa gugup dibongkar lewat latihan buka suara, atur intonasi, sampai kuasai bahasa tubuh.
Yang unik, ada kelas Pantun dan Puisi. Siswa tidak hanya nulis, tapi juga tampil. Pantun dihidupkan lewat sesi berbalas pantun. Puisi dibacakan dengan penghayatan. Sastra jadi dekat, tidak menakutkan.
Menjawab zaman, pelatihan ini masuk ke ranah visual. Kelas Videografi mengajak siswa bikin video pendek pakai ponsel. Belajar storyboard, teknik shot, sampai editing dasar. Kelas Fotografi melatih mata siswa melihat lingkungan sekolah dengan komposisi, cahaya, dan angle yang bercerita.
Hasilnya nyata. Artikel, cerpen, naskah pidato, puisi, pantun, video, dan foto karya siswa. Semuanya bisa jadi konten medsos sekolah, majalah dinding digital, bahan lomba, atau portofolio pribadi.
SMAN 38 bisa pilih formatnya. Ada Paket Singkat 2–3 jam, Paket Sehari dengan showcase karya, sampai Paket Festival Literasi 3 hari berisi pentas karya dan pameran foto. Peserta 30–60 orang per kelas, menyasar OSIS, MPK, ekskul jurnalistik, sastra, teater, fotografi, sampai siswa yang disiapkan ikut lomba.Narasumbernya praktisi: jurnalis, penulis, pembicara publik, fotografer, videografer. Investasinya Rp125.000 per siswa, sudah termasuk modul, sertifikat, dan snack.
Tujuan besarnya bukan cuma pintar nulis atau jago ngomong. “Siswa belajar mengenali gagasan, mengolah pengalaman, dan menyampaikannya dengan cara yang baik,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepsek SMAN 38 mengatakan siap menjawalkannya pada Juli 2026 mengawali semester ganjil. Sementara itu, guru sosiologi Zulfiszah Thaimiyah mengatakan bahwa dari kelas ini, sekolah dapat budaya literasi yang kuat, bakat siswa tersalurkan, dan lahir konten positif dari lingkungan sendiri. Siswa dapat bekal: berani berpikir, terampil berkarya, percaya diri bersuara.
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Diluncurkan 9 September 2026 di Hall Dewan Pers dalam Peringatan 20 Tahun Wafat Amir DaudJakarta, 14 Agustus 2026 – Lahyanto Network akan menerbitkan buku biografi AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA pada 9 September 2026.
Anak ini luar biasa. Dilantik bulan Februari 2021 sebagai walikota Solo, ia tak perlu menyelesaikan tugasnya sebagai walikota. Langsung bisa menjadi wakil presiden. Bahkan dengan umur yang belum cukup sesuai konstitusi. Luar biasa hebatnya Mas kita ini. Siapa dulu bapaknya: Joko Widodo, yang saat itu menjadi presiden kita semua.