Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempercepat penyediaan infrastruktur listrik bagi sekolah yang menjadi sasaran program digitalisasi pembelajaran.
Berdasarkan pemetaan Kemendikdasmen, sebanyak 26.162 sekolah membutuhkan sambungan listrik baru. Sebanyak 201.203 sekolah lainnya memerlukan penambahan daya agar dapat mengoperasikan perangkat digital.
Dari jumlah tersebut, terdapat 9.544 sekolah yang belum dapat dijangkau jaringan listrik PLN. Pemerintah mempertimbangkan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya dan baterai sebagai solusi bagi sekolah di daerah terpencil dan wilayah di luar jaringan.
Kebutuhan listrik meningkat seiring rencana pengadaan 713.000 papan digital interaktif. Setiap perangkat diperkirakan membutuhkan dukungan daya listrik antara 2.200 volt ampere dan 3.500 volt ampere.
Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN akan menyelaraskan data lokasi sekolah, kapasitas jaringan, dan kebutuhan daya sebelum pemasangan dilakukan. Pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk memastikan status lahan, akses menuju lokasi, dan kesiapan bangunan sekolah.
Meski data kebutuhan telah tersedia, pemerintah belum mengumumkan anggaran penyambungan, jadwal pelaksanaan, jumlah sekolah yang ditangani setiap tahun, serta pembagian biaya operasi dan pemeliharaan sistem surya-baterai.
Penyediaan listrik menjadi prasyarat program digitalisasi sekolah. Tanpa pasokan yang memadai dan andal, perangkat pembelajaran berisiko tidak dapat digunakan secara optimal, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.