Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan berkapasitas sekitar 42,6 gigawatt hingga 2034, setara 62 persen dari rencana penambahan kapasitas listrik nasional.
Pemerintah memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok Nangka di Jawa Barat. Proyek senilai sekitar 400 juta dollar AS atau Rp7,2 triliun ini dirancang mengolah lebih dari 2.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik bersih berkapasitas 40,79 megawatt.