• Tue, Jul 2026

Menteri PU: Pembangunan Jalan Tol Tetap Berlanjut, tetapi Harus Lebih Realistis

Menteri PU: Pembangunan Jalan Tol Tetap Berlanjut, tetapi Harus Lebih Realistis

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan proyek jalan tol yang belum rampung tetap dilanjutkan. Namun, Menteri PU Dodi Hanggodo menegaskan pembangunan ruas baru harus dihitung lebih matang, terutama dari sisi lalu lintas, kelayakan ekonomi, dan minat investor.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pemerintah tidak menghentikan agenda pembangunan jalan tol. Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo mengatakan, hampir seluruh ruas tol yang belum selesai pada periode sebelumnya tetap diteruskan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, Dodi menegaskan pendekatannya kini lebih realistis. Pemerintah akan melihat terlebih dahulu apakah suatu wilayah benar-benar membutuhkan jalan tol dalam waktu dekat atau cukup diperkuat dengan jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.

Menurut dia, jalan tol berbeda dengan proyek jalan biasa karena memiliki unsur bisnis. Pemerintah perlu menggandeng investor dan membagi risiko pembiayaan. Karena itu, potensi lalu lintas menjadi pertimbangan penting sebelum pembangunan dilanjutkan.

Dodi menyebut ruas tol Trans-Jawa saat ini telah tersambung hingga Probolinggo dan tengah diteruskan ke Situbondo serta Banyuwangi. Namun, terdapat sejumlah kendala yang membuat penyelesaiannya harus dihitung lebih cermat.

Investor Butuh Kepastian Traffic

Dodi mengatakan, investor akan melihat prospek bisnis sebelum masuk ke proyek jalan tol. Jika potensi lalu lintas belum kuat, minat investasi bisa menurun.

“Kalau investor kan lihatnya bisnis. Kalau bisnisnya bagus, pasti mau,” kata Dodi.

Pemerintah akan lebih mempertimbangkan pembangunan tol jika dalam tiga hingga lima tahun mendatang terdapat kawasan industri atau kawasan ekonomi baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan lalu lintas.

Namun, bila kebutuhan konektivitas masih bisa ditopang jalan eksisting, pemerintah dapat memilih memperkuat jalan non-tol terlebih dahulu.

Dodi menilai pendekatan ini tidak berarti pemerintah mundur dari agenda konektivitas. Sebaliknya, kebijakan tersebut dimaksudkan agar pembangunan lebih tepat sasaran dan tidak membebani anggaran maupun investor.

Ke depan, pembangunan tol akan tetap menjadi bagian dari strategi infrastruktur nasional, tetapi dengan kalkulasi yang lebih disiplin.