• Tue, Jul 2026

Menteri PU Tegaskan Arah Infrastruktur Era Prabowo Lebih Selektif

Menteri PU Tegaskan Arah Infrastruktur Era Prabowo Lebih Selektif

Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur di era Presiden Prabowo Subianto tetap melanjutkan program sebelumnya, tetapi dengan perhitungan manfaat yang lebih ketat. Pemerintah kini lebih selektif menentukan prioritas, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA:  Kementerian Pekerjaan Umum memastikan arah pembangunan infrastruktur nasional tidak berhenti pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pendekatan yang digunakan kini lebih realistis dan berbasis kebutuhan.

Menteri PU Dodi Hanggodo mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan sejumlah proyek infrastruktur yang telah berjalan pada periode sebelumnya. Hanya saja, setiap proyek kini dihitung lebih tajam, terutama dari sisi manfaat, urgensi, kemampuan anggaran, dan potensi ekonomi wilayah.

Menurut Dodi, pembangunan jalan tol tidak lagi dapat diputuskan hanya karena alasan konektivitas jangka panjang. Jika suatu ruas belum memiliki potensi lalu lintas yang memadai dalam tiga hingga lima tahun mendatang, pemerintah dapat memilih memperkuat jalan nasional, jalan provinsi, atau jalan kabupaten terlebih dahulu.

“Kalau jalan tol itu kira-kira belum akan banyak dilalui manusia sampai lima tahun ke depan, mungkin jalan nasional saja diperlebar dan diperkuat,” ujar Dodi dalam podcast tersebut.

Dodi menjelaskan, pembangunan jalan tol memiliki dimensi bisnis karena melibatkan investor dan perhitungan lalu lintas. Karena itu, proyek tol harus menarik secara ekonomi agar pihak swasta bersedia masuk dan berbagi risiko pembiayaan.

Fokus Bergeser ke Asas Manfaat

Dalam podcast itu, Dodi menegaskan bahwa anggaran infrastruktur kini diarahkan pada program yang dinilai paling mendesak. Salah satu prioritas utama adalah mendukung ketahanan pangan melalui penguatan irigasi.

Menurut dia, fokus Presiden Prabowo pada pangan membuat Kementerian PU harus menyiapkan dukungan infrastruktur yang relevan. Karena itu, irigasi nasional dan daerah menjadi salah satu perhatian utama.

Dodi menyebut Kementerian PU juga mulai masuk ke irigasi daerah melalui instruksi presiden. Pendekatan ini berbeda dengan sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada irigasi nasional.

Selain irigasi, Kementerian PU juga mendukung pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur kecil tersebut dinilai penting karena dapat menekan biaya distribusi hasil panen dari sawah menuju pasar terdekat.

Dengan pola baru ini, Kementerian PU ingin memastikan setiap rupiah anggaran memberi dampak langsung terhadap kebutuhan prioritas nasional.