Sebanyak 227.365 Sekolah Membutuhkan Sambungan dan Tambahan Daya Listrik
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Iran pun mengalami persoalan non-teknis karena urusan visa masuk ke AS. Tim Iran harus bermarkas di Mexico, bukan di wilayah AS. Visa khusus hanya diberikan kepada pemain dan official Iran dalam jangka pendek, bukan kepada Ketua Federasi Sepak Bola Iran dan pejabat pemerintah lainnya.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pertanyaan itu sebenarnya tidak terlalu sulit, karena kualitas tim-tim yang berlaga di cukup merata, walau ada yang cukup kuat dan yang cukup lemah. Mesir sangat baik memainkan proses transisi dari bertahan menjadi menyerang dengan counter attack yang sangat efektif.
Sadar akan perbedaan materi pemain dan pengalaman internasional, Mesir tidak terlalu rendah dalam bertahan, tapi cukup rajin menutup ruang gerak para pemain Belgia level dunia, seperti Kevin De Brunye dkk. Omar Marmoush melakukan transisi dan memimpin serangan balik sangat baik.
Mohammad Salah memang tidak bermain penuh, karena faktor usia. Tapi, kehadirannya cukup membuat kerepotan pertahanan Belgia. Kiper kawakan Courtois dibuat bekerja keras, termasuk kemasukan gol dari Ashour di Babak pertama.
Belgia memasukkan penyerang veteran bertubuh tinggi tegap Romelu Lukaku pada menit ke-60. Pasukan penyerang Belgia seakan bertambah tenaga. Sentuhan pertama Lukaku ini yang memaksa dua bek Mesir menutupnya, dan bola menyentuh liar kaki M Hany, dan menjadi gol bunuh diri.
ARAB SAUDI-URUGUAY
Kejadian mirip terjadi pada pertandingan Arab Saudi melawan Uruguay. Uruguay unggul jauh dalam penguasaan bola, tapi Arab Saudi mampu bertahan dengan sangat disiplin. Bahkan, Al-Amri mencuri gol pada babak pertama.
Pertandingan babak kedua juga berlangsung menarik. Uruguay terus mencoba dan mengurung pertahanan Arab Saudi. Hingga sebuah sundulan kepala hanya dapat ditepis oleh kiper Al-Owais, lalu meluncur liar ke arah Arauho dan menjadi gol.
Untuk sementara, tim yang mampu menguasai bola dengan pola possession football yang cukup baik dan cukup fokus dan sabar dalam menyerang, pada akhirnya mampu mencetak gol. Skor imbang 1-1 antara Mesir dan Belgia dan antara Arab Saudi dan Uruguay sebenarnya cukup fair. Pertandingan berikutnya pasti tidak akan lebih menarik lagi.
Mari kita lanjut nonton pertandingan di group lain, khususnya Iran vs Selandia Baru. Secara teknis Iran akan unggul secara teknik dan taktik. Tapi, Selandia Baru pasti tidak akan mau kalah begitu saja, apalagi dipimpin pemain berpengalaman di Liga Inggris Chris Wood yang pasti akan menghasilkan kejutan.
Iran pun mengalami persoalan non-teknis karena urusan visa masuk ke AS. Tim Iran harus bermarkas di Mexico, bukan di wilayah AS. Visa khusus hanya diberikan kepada pemain dan official Iran dalam jangka pendek, bukan kepada Ketua Federasi Sepak Bola Iran dan pejabat pemerintah lainnya.
Lebih tragis lagi, tim Iran hanya boleh terbang ke wilayah AS sehari sebelum pertandingan dan harus meninggalkan wilayah AS sesaat setelah pertandingan, untuk kembali ke markasnya di Tijuana, Mexico. Jika harus terbang ke venue pertandingan di LA, itu hanya perlu waktu tidak sampai 2 jam. Tapi, jika tim Iran harus terbang ke venue pertandingan di New York-New Jersey, itu perlu waktu sekitar 5,5 jam. Well, sepak bola tidak lepas dari politik.
*) Ditulis oleh Bustanul Arifin, Penikmat Sepak Bola dan Kuliner.
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Diluncurkan 9 September 2026 di Hall Dewan Pers dalam Peringatan 20 Tahun Wafat Amir DaudJakarta, 14 Agustus 2026 – Lahyanto Network akan menerbitkan buku biografi AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA pada 9 September 2026.
Anak ini luar biasa. Dilantik bulan Februari 2021 sebagai walikota Solo, ia tak perlu menyelesaikan tugasnya sebagai walikota. Langsung bisa menjadi wakil presiden. Bahkan dengan umur yang belum cukup sesuai konstitusi. Luar biasa hebatnya Mas kita ini. Siapa dulu bapaknya: Joko Widodo, yang saat itu menjadi presiden kita semua.