Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan berkapasitas sekitar 42,6 gigawatt hingga 2034, setara 62 persen dari rencana penambahan kapasitas listrik nasional.
Pemerintah mulai menjalankan program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) dengan 14 proyek berkapasitas 5,3 GWp. Namun, sebagian besar proyek tersebut belum beroperasi, sementara target 30 GWp tahun ini menghadapi tantangan tender, pembiayaan, jaringan transmisi, dan penyimpanan energi.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menempatkan panas bumi sebagai salah satu tumpuan diversifikasi dari bisnis batu bara. Perusahaan memiliki portofolio panas bumi dengan potensi kapasitas sekitar 440 megawatt di enam wilayah Indonesia.