Penajam Bangun Jalan Waru–Bangun Mulyo dengan DBH Sawit
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menggunakan dana bagi hasil kelapa sawit sekitar Rp1,8 miliar untuk membangun Jalan Waru–Bangun Mulyo pada 2026.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Lintas Marga atau Astra Tol Cipali, Pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), memasang berbagai fasilitas keselamatan dan melakukan pelebaran lajur, untuk mendukung kelancaran lalu lintas di ruas jalan tersebut. Ruas jalan Tol Cipali yang dikelola Astra Tol Cipali berada di ruas jalan tol mulai dari KM 72 Cikopo sampai dengan KM 188 Palimanan.
[caption id="attachment_15300" align="alignleft" width="300"]
PT Lintas Marga Sedaya yang memiliki branding name ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan (ASTRA Tol Cipali)[/caption]Astra Tol Cipali telah memasang berbagai fasilitas keselamatan seperti 15 unit lampu flip flop, 17 lampu hias keselamatan, dan memasang 100 lampu selang yang terpasang di tiang CCTV. Selain itu, pengelola juga melakukan pemasangan rumble dot pada lokasi-lokasi blackspot dan pemasangan rambu speed reducer di 12 lokasi. Sejak 2021, Astra Tol Cipali telah menyelesaikan pemasangan wire rope/sling baja yang dapat menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton yang terpasang di sepanjang 109 KM dan juga pemasangan guadrail sepanjang 129 km. Hal lain dalam upaya peningkatan pelayanan pengguna jalan, kini pengelola jalan Tol Cipali engah melakukan pembangunan pelebaran lajur. Proyek pelebaran lajur ketiga itu dimulai dari KM 72 sampai KM 85 ruas Tol Cipali. Selain itu, pelebaran lajur ketiga di rest area KM 86 arah Jakarta dan Cirebon, KM 102 arah Cirebon, KM 101 arah Jakarta dan KM 130 arah Jakarta dan Cirebon. Pelebaran yang dimulai pada tahun ini dilakukan di lokasi prioritas. Hal tersebut sesuai dengan kajian studi trafik dan kondisi lalin di Tol Cipali yang sudah disetujui oleh Badan Pengatur Jalan Tol. );
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menggunakan dana bagi hasil kelapa sawit sekitar Rp1,8 miliar untuk membangun Jalan Waru–Bangun Mulyo pada 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan Rp37,30 triliun untuk preservasi dan pembangunan jalan serta jembatan pada 2027, menjadi porsi terbesar dari rencana anggaran kementerian sebesar Rp114,59 triliun.
Pemulihan pascagempa Flores mulai bergeser dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Jalan nasional kembali terhubung, tetapi puluhan ribu rumah, jembatan, fasilitas publik, air bersih, dan jaringan ekonomi masih harus dipulihkan dengan standar yang lebih tahan bencana.