• Sun, Aug 2026

Rofikoh Rokhim: Literasi AI Jadi Bekal SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Rofikoh Rokhim: Literasi AI Jadi Bekal SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Pembina SC MM FEB UI Rofikoh Rokhim menilai pelatihan Artificial Intelligence menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Literasi AI dinilai penting untuk memperkuat daya saing, mendukung SDGs, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pembina Student Committee Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rofikoh Rokhim menegaskan pentingnya literasi Artificial Intelligence bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Rofikoh, program pelatihan AI tidak hanya penting untuk menjawab kebutuhan teknologi saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional. Penguasaan AI dinilai dapat memperkuat daya saing, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs, serta berkontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045.

“Melalui Artificial Intelligence for Indonesia, kita semua berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujar Rofikoh.

Dampak untuk Pendidikan dan Dunia Kerja

Rofikoh berharap pemanfaatan AI dapat menciptakan inovasi yang memberi dampak nyata bagi pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi nasional.

Program Artificial Intelligence for Indonesia memang dirancang untuk memperluas pemahaman peserta mengenai penggunaan AI dalam berbagai kebutuhan. Peserta dibekali materi tentang pemanfaatan AI untuk pembelajaran, produktivitas kerja, kreativitas, inovasi, hingga pengembangan usaha.

Dengan sasaran guru, pelajar, dan mahasiswa, pelatihan ini diharapkan dapat menyiapkan kelompok strategis yang akan berperan dalam ekosistem pendidikan dan dunia kerja masa depan.

AI untuk Pembangunan Inklusif

SC MM FEB UI menyebut program ini merupakan bagian dari visi membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif. Kegiatan di Pamulang, Tangerang Selatan, tersebut dikhususkan bagi guru, pelajar, dan mahasiswa agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata.

Pendekatan inklusif menjadi penting karena kesenjangan literasi digital masih menjadi tantangan. Tanpa pelatihan yang merata, pemanfaatan AI berpotensi hanya dinikmati kelompok tertentu yang memiliki akses dan pengetahuan lebih baik.

Karena itu, pelatihan AI semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar teknologi. Masyarakat tidak hanya didorong mengenal AI, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman, produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Dengan semakin luasnya literasi AI, Indonesia diharapkan memiliki sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi transformasi digital. Dalam jangka panjang, kemampuan ini menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045.