Kementerian PU Perkuat Pembangunan Infrastruktur di Prov. Papua Pegunungan
Pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan tantangan geografis Papua Pegunungan agar konektivitas dan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar semakin meningkat
Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia menyepakati pengembangan trem listrik berbasis baterai sepanjang 12 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu.
Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani kesepakatan pengembangan trem listrik berbasis baterai untuk melayani koridor Bandara I Gusti Ngurah Rai–Canggu.
Jalur sepanjang 12 kilometer tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi kemacetan di kawasan pariwisata Bali bagian selatan. Pemerintah daerah mencatat koridor itu dilintasi hingga 150.000 orang dan 80.000 kendaraan setiap hari.
Trem dirancang memiliki waktu tempuh sekitar 30 menit dengan jarak keberangkatan setiap 10 menit. Pemerintah menargetkan angkutan tersebut dapat melayani 60.000 penumpang per hari atau sekitar 40 persen pergerakan di koridor bandara–Canggu.
Angka perjalanan dan penumpang tersebut masih berupa proyeksi. Pemerintah belum mengumumkan hasil studi permintaan, tarif penumpang, nilai investasi, skema pembiayaan, serta pembagian risiko antara pemerintah daerah dan badan usaha.
Setelah penandatanganan kesepakatan, para pihak akan melaksanakan studi teknis, sosialisasi, serta konsultasi dengan desa adat dan masyarakat. Perencanaan juga harus memperhitungkan hotel, permukiman, kawasan wisata, dan kondisi lingkungan di sepanjang trase.
Peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada Maret 2027. Trase awal diproyeksikan beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai pada 2029.
Kerja sama tersebut melibatkan Pemprov Bali, Pemkab Badung, PT KAI, Angkasa Pura, dan Bappenas. Sampai saat ini, proyek masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki konstruksi.
Pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan tantangan geografis Papua Pegunungan agar konektivitas dan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar semakin meningkat
Kawasan industri itu sebenarnya sesuatu yang bagus untuk mendorong industrialisasi, karena di dalamnya itu paket lengkap, hanya perlu dukungan dari pemerintah daerah.
Otorita Ibu Kota Nusantara melaporkan progres pembangunan kawasan perkantoran yudikatif mencapai rata-rata 19,29 persen. Angka itu disampaikan dalam keterangan resmi pada 30 September 2026 setelah kunjungan jajaran Mahkamah Agung.
