• Sun, Aug 2026

Azanda Fahzel: AI Bukan Pengganti Manusia, tetapi Penguat Kreativitas

Azanda Fahzel: AI Bukan Pengganti Manusia, tetapi Penguat Kreativitas

Ketua SC MM FEB UI Azanda Fahzel Alfarisy menegaskan Artificial Intelligence bukan pengganti manusia. AI justru dapat menjadi alat untuk memperkuat kreativitas, produktivitas, dan inovasi apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Ketua Student Committee Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Azanda Fahzel Alfarisy menilai masyarakat perlu memahami posisi Artificial Intelligence secara tepat.

Menurut Azanda, AI tidak seharusnya dilihat sebagai ancaman yang menggantikan manusia. Teknologi tersebut perlu diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkuat kapasitas manusia, terutama dalam meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan inovasi.

“Artificial Intelligence bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kreativitas, produktivitas, dan inovasi apabila dimanfaatkan secara tepat,” ujar Azanda dalam siaran pers kegiatan Artificial Intelligence for Indonesia.

Jawab Kekhawatiran Publik

Pernyataan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap dampak AI. Sebagian masyarakat melihat AI sebagai ancaman terhadap pekerjaan dan peran manusia. Namun, SC MM FEB UI ingin mendorong cara pandang yang lebih produktif.

Melalui kegiatan Artificial Intelligence for Indonesia, peserta diajak memahami AI sebagai teknologi yang dapat membantu manusia bekerja lebih efektif. Dalam dunia pendidikan, AI dapat memperkaya proses pembelajaran. Dalam dunia kerja, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi. Dalam kewirausahaan, AI dapat membuka ruang inovasi baru.

Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi AI sekaligus mendorong penggunaan teknologi secara bijaksana di berbagai kalangan masyarakat.

Generasi Muda dan Pendidik

Azanda mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan mendorong lahirnya generasi muda dan pendidik yang mampu menggunakan AI sebagai solusi untuk menjawab tantangan masa depan. Dengan literasi yang tepat, guru dan pelajar tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif.

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Talenta Digital Indonesia melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence yang Bertanggung Jawab.” Tema tersebut mencerminkan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Selain pengenalan teknologi, peserta juga mendapatkan materi mengenai etika, keamanan data, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Dengan begitu, pemanfaatan AI diharapkan tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga memperhatikan aspek moral, keamanan, dan dampak sosial.

Melalui kegiatan ini, SC MM FEB UI ingin menempatkan AI sebagai bagian dari pembangunan manusia. Teknologi tidak menggantikan manusia, tetapi memperkuat kemampuan manusia untuk belajar, bekerja, berkreasi, dan berinovasi.