INFRASTRUKTUR.CO.ID, GRESIK — Proses energize dilakukan setelah fasilitas memperoleh Rekomendasi Laik Bertegangan atau RLB. Trafo kemudian diberi tegangan selama 24 jam melalui manuver yang mengikuti prosedur UP2B dan diawasi ULTG Gresik.
General Manager PLN UIP Jawa Bagian Timur dan Bali Hendro Prasetyawan menyebut pengoperasian itu meningkatkan keandalan sistem setempat. “Pengoperasian ini secara langsung meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan di Kabupaten Gresik,” ujarnya melalui akun resmi unit PLN.
Infrastruktur tersebut ditujukan menopang pertumbuhan beban pelanggan umum serta industri strategis. Pasokan yang lebih stabil dibutuhkan JIIPE karena kawasan itu menggabungkan kegiatan manufaktur, pengolahan mineral, pergudangan, dan pelabuhan.
Pekerjaan melibatkan PLN UIP JBTB, PLN UIT JBM, PLN Pusmanpro, PLN UID Jawa Timur, PLN Pusertif, Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan pelaksana konstruksi. PLN menyatakan pengujian hingga pemberian tegangan berlangsung aman dan memenuhi standar keselamatan kerja.
Kapasitas 60 MVA menunjukkan kemampuan semu trafo, bukan jumlah energi yang telah dikonsumsi pelanggan. PLN belum memublikasikan beban aktual, tingkat utilisasi, nilai investasi, dan tambahan permintaan listrik dari tenant JIIPE.
Pemberian tegangan pertama juga belum otomatis berarti seluruh kapasitas siap diserap industri secara komersial. Tahapan berikutnya perlu dilihat melalui stabilitas operasi, penyambungan pelanggan, pengujian proteksi, serta kontinuitas pasokan.
Tambahan infrastruktur ini penting karena keandalan listrik memengaruhi produktivitas pabrik dan keputusan investasi. Data gangguan, cadangan sistem, biaya proyek, dan pertumbuhan penjualan listrik diperlukan untuk mengukur manfaat ekonominya.
Keterangan PLN dipublikasikan melalui akun resmi perusahaan dan dikutip oleh Listrik Indonesia. Rilis langsung pada laman utama PLN belum ditemukan, sehingga klaim manfaat masih perlu diuji dengan data operasi.