Transisi Menuju Bahan Bakar Hijau dan Perjuangan Hidup Industri Penerbangan Nasional
Sustainable Aviation Fuel (SAF) harus dipandang sebagai instrumen kedaulatan energi dan pertahanan ekonomi, bukan sekadar pemenuhan target dekarbonisasi.
PLN menerapkan pengaturan beban bergilir selama satu hingga empat jam di Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya menyusul pemeliharaan infrastruktur yang mengurangi daya mampu pasok Sistem Sulawesi bagian selatan.
PT PLN (Persero) melakukan pemeliharaan sejumlah fasilitas kelistrikan di Sistem Sulawesi bagian selatan atau Sulbagsel untuk menjaga keandalan pasokan dan menghadapi risiko kemarau panjang akibat El Niño.
Selama pekerjaan berlangsung, daya mampu pasok sistem mengalami penurunan. PLN kemudian menerapkan pengaturan beban secara bergilir di Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan, durasi pemadaman diperkirakan berlangsung satu hingga empat jam pada setiap sesi. Waktu pelaksanaan dan wilayah terdampak dapat berubah sesuai kondisi sistem.
PLN menyatakan pemeliharaan diperlukan untuk meningkatkan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang. Petugas teknis dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan dan memulihkan kondisi sistem.
Pemeliharaan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan pasokan dari pembangkit listrik tenaga air. Kemarau panjang akibat El Niño diperkirakan menurunkan debit air sejumlah PLTA di Sulawesi Selatan dan memengaruhi produksi listrik.
Namun, PLN belum membuka nama fasilitas yang sedang dipelihara, kapasitas pembangkit atau jaringan yang keluar dari sistem, biaya pekerjaan, serta tanggal penyelesaian pemeliharaan.
PLN meminta pelanggan memantau jadwal pengaturan beban melalui PLN Mobile dan saluran resmi unit layanan pelanggan. Masyarakat dan pelaku usaha juga diimbau menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan penting.
Sustainable Aviation Fuel (SAF) harus dipandang sebagai instrumen kedaulatan energi dan pertahanan ekonomi, bukan sekadar pemenuhan target dekarbonisasi.
Pemerintah mulai menjalankan program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) dengan 14 proyek berkapasitas 5,3 GWp. Namun, sebagian besar proyek tersebut belum beroperasi, sementara target 30 GWp tahun ini menghadapi tantangan tender, pembiayaan, jaringan transmisi, dan penyimpanan energi.
Sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya.