• Sun, Oct 2026

Program Gentengisasi Bukukan Komitmen Transaksi Rp3 Miliar

Program Gentengisasi Bukukan Komitmen Transaksi Rp3 Miliar

Program gentengisasi di Majalengka mencatat komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar bagi pelaku UMKM. Genteng produksi Jatiwangi mulai dikirim ke sejumlah proyek pembangunan perumahan rakyat.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyiapkan agenda terkait 2,4 juta genteng pada 8 November 2026. Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Malang pada 17 Desember dan dikaitkan dengan 71.000 rumah.

“Saya sudah mengundang Presiden terkait perumahan,” kata Maruarar setelah rapat kabinet di Istana Bogor. Namun, bentuk acara dan keterlibatan Presiden Prabowo belum diperinci.

Program tersebut mendorong penggunaan bahan bangunan produksi UMKM dalam pembangunan rumah rakyat. Kebijakan itu diarahkan agar belanja perumahan memberikan efek ekonomi kepada produsen lokal.

Pengiriman awal telah dilakukan menggunakan sejumlah truk dari sentra produksi Jatiwangi. Pemerintah belum mengumumkan berapa genteng yang telah diterima, terpasang, atau lolos pemeriksaan mutu.

Angka 2,4 juta genteng masih merupakan sasaran program. Data tersebut tidak dapat disamakan dengan realisasi transaksi maupun material yang sudah digunakan pada bangunan.

Demikian pula, angka 71.000 rumah masih memerlukan penjelasan mengenai lokasi, tipe bantuan, sumber pembiayaan, dan progres konstruksi. Pemerintah juga belum membuka nilai total pengadaan untuk kebutuhan tersebut.

Program gentengisasi berpotensi memperluas pasar bagi perajin, pemasok tanah liat, angkutan, dan pekerja lokal. Efek ekonominya bergantung pada harga pembelian, ketepatan pembayaran, biaya distribusi, dan kemampuan produsen menjaga pasokan.

Standar kekuatan, ketahanan cuaca, dan kesesuaian struktur atap juga harus diperiksa. Kebijakan penggunaan produk lokal tidak boleh mengurangi mutu serta keselamatan rumah penerima.

Informasi bersumber dari pernyataan resmi Menteri PKP yang dipublikasikan ANTARA pada 16 Oktober 2026⁠. Pembaruan tersebut memuat agenda dan komitmen transaksi, bukan laporan penyelesaian rumah.