• Tue, Aug 2026

BRIN Siapkan Teknologi Hybrid Eco-Engineering untuk Infrastruktur Pesisir

BRIN Siapkan Teknologi Hybrid Eco-Engineering untuk Infrastruktur Pesisir

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menyiapkan teknologi hybrid eco-engineering untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan pesisir. Teknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi riset dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan berpotensi diterapkan pada proyek strategis seperti giant sea wall.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, YOGYAKARTA: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) menjajaki kolaborasi riset dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan pesisir.

Kepala PRTH BRIN Teguh Muttaqie mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan teknologi **hybrid eco-engineering**. Teknologi ini berpotensi diterapkan dalam pembangunan infrastruktur pesisir, termasuk pengembangan konsep teknologi untuk tanggul laut raksasa atau **giant sea wall**.

Menurut Teguh, riset ini dirancang untuk mendukung pembangunan prototipe struktur skala lapangan yang diuji langsung pada kondisi lingkungan pesisir sesungguhnya.

“Teknologi yang dikembangkan diharapkan mampu diaplikasikan pada proyek-proyek infrastruktur strategis nasional seperti pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall sebagai solusi untuk mengatasi ancaman abrasi, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka air laut di kawasan pesisir,” ujar Teguh dalam diskusi dengan PT Semen Indonesia.

Kombinasi BRINlock dan Mangrove

Teguh menjelaskan, agenda utama diskusi tersebut adalah rencana pembangunan **demonstration plot** atau demplot hybrid protection untuk penanggulangan abrasi pantai.

Konsep yang dikembangkan berupa kombinasi teknologi pemecah ombak **BRINlock** dengan tanaman mangrove. Pendekatan ini menggabungkan rekayasa struktur dengan solusi berbasis alam sehingga perlindungan pesisir tidak hanya mengandalkan konstruksi keras, tetapi juga ekosistem alami.

“Diskusi kali ini membahas peluang sinergi dalam pengembangan prototipe teknologi unit lapis lindung BRINlock dengan pendekatan metode konstruksi dan inovasi material ramah lingkungan atau hybrid eco-environment,” kata Teguh.

Teknologi ini difokuskan pada pembangunan prototipe berbasis material inovatif. Salah satu material yang dikaji adalah beton berbasis **geo-polimer** yang dapat diaplikasikan pada konstruksi pesisir untuk meningkatkan performa sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan.

Ditargetkan Siap Diadopsi Industri

Periset PRTH BRIN Dinar Catur Istiyanto mengatakan, proyek demonstrasi dirancang untuk mencapai tingkat kesiapan teknologi atau tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) tinggi, yakni level 8 hingga 9.

Pada tahap tersebut, teknologi diharapkan telah teruji dalam lingkungan operasional sebenarnya dan siap diadopsi secara lebih luas oleh industri maupun masyarakat.

“Pada tahap tersebut, teknologi diharapkan telah teruji pada lingkungan operasional sebenarnya sehingga siap diadopsi secara luas oleh industri dan masyarakat,” ujar Dinar.

Selain aspek teknis, pertemuan BRIN dan Semen Indonesia juga membahas mekanisme implementasi riset. Pembahasan mencakup kebutuhan dukungan infrastruktur, optimalisasi sumber daya, serta strategi pengembangan kerja sama jangka panjang antara lembaga riset dan mitra industri.

Langkah tersebut dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berkembang menjadi solusi nyata bagi pembangunan nasional.

Solusi untuk Ancaman Pesisir

Kawasan pesisir Indonesia menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari abrasi, penurunan muka tanah, hingga kenaikan muka air laut. Kondisi ini menuntut pendekatan perlindungan pesisir yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan pada skala lapangan.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN dan mitra industri berharap dapat mempercepat proses inovasi dan memperkuat ekosistem riset terapan. Teknologi hybrid eco-engineering juga diharapkan menjadi alternatif perlindungan pesisir yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Jika berhasil diterapkan, kombinasi BRINlock, mangrove, dan material ramah lingkungan dapat menjadi model baru pembangunan infrastruktur pesisir di Indonesia.