INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas infrastruktur digital untuk mendukung percepatan digitalisasi Indonesia. Langkah ini dilakukan di tengah tantangan pemerataan akses internet, terutama di wilayah rural dan daerah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal.
Akselerasi digitalisasi nasional memang terus berjalan. Namun, pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia belum sepenuhnya optimal. Di luar kota besar, kualitas jaringan masih kerap mengalami penurunan. Di sisi lain, tingkat literasi digital masyarakat juga belum seragam.
Kondisi tersebut membuat pemanfaatan teknologi belum dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Padahal, aktivitas harian masyarakat kini semakin bergantung pada teknologi informasi, mulai dari pembelajaran hybrid, kerja jarak jauh, digital workspace, komunikasi melalui aplikasi pesan instan, hingga layanan publik berbasis digital.
Tanpa fondasi infrastruktur digital yang kuat, transformasi digital Indonesia berisiko berjalan timpang dan hanya menguntungkan wilayah atau kelompok masyarakat tertentu.
Fiber Optik Jadi Tulang Punggung Digitalisasi
Telkom menilai jaringan fiber optik menjadi salah satu tulang punggung utama infrastruktur digital Indonesia. Teknologi ini memungkinkan pengiriman data berkecepatan tinggi melalui kabel serat kaca dan menjadi dasar jaringan modern yang menghubungkan rumah, kantor, kampus, fasilitas publik, hingga pusat aktivitas ekonomi.
Melalui perluasan jaringan fiber optik, Telkom mendorong layanan internet berkecepatan tinggi menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk kota kecil dan daerah yang sebelumnya masih bergantung pada koneksi nirkabel dengan kualitas terbatas.
Koneksi yang lebih stabil dan cepat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar daring di sekolah dan kampus, pertemuan kerja jarak jauh melalui video conference, akses hiburan digital, hingga pengembangan solusi Internet of Things atau IoT di sektor industri.
Untuk kebutuhan korporasi dan instansi, Telkom juga menyediakan layanan konektivitas terdedikasi seperti Astinet, VPN IP, dan Metro Ethernet. Layanan tersebut dirancang untuk mendukung operasional bisnis skala besar dengan kecepatan tinggi dan tingkat keamanan yang lebih terjamin.
Perkuat Cloud dan Data Center Dalam Negeri
Selain konektivitas, Telkom juga memperkuat layanan cloud dan data center lokal. Infrastruktur ini menjadi penting karena banyak layanan digital saat ini berjalan di atas komputasi awan, mulai dari aplikasi kerja, layanan edukasi, sistem administrasi, penyimpanan data, hingga platform bisnis.
Penguatan data center dalam negeri juga berkaitan dengan isu kedaulatan data. Dengan pusat data lokal, data pengguna, institusi, dan perusahaan nasional dapat dikelola lebih dekat dengan lokasi pemakai. Dampaknya, latensi layanan menjadi lebih rendah, keamanan informasi lebih terjaga, dan pengelolaan data dapat lebih sejalan dengan kebutuhan nasional.
Melalui Telkomsigma, Telkom menyediakan layanan Neucentrix Data Center dan Telkom Cloud yang disebut memenuhi standar global Tier III. Solusi ini memungkinkan organisasi mengelola aplikasi, server, hingga disaster recovery dengan keandalan tinggi dan lokasi pusat data di Indonesia.
Keberadaan cloud dan data center lokal juga membuka peluang bagi perusahaan rintisan, UMKM, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah untuk memindahkan sistem ke cloud tanpa harus membangun server sendiri.
Dukung Pendidikan, Kesehatan, UMKM, dan Pemerintahan
Telkom menegaskan akselerasi digitalisasi tidak hanya bergantung pada jaringan dan server. Kunci utamanya adalah bagaimana infrastruktur tersebut digunakan di berbagai sektor kehidupan.
Di sektor pendidikan, konektivitas dan cloud memungkinkan sekolah serta kampus menjalankan pembelajaran daring, platform e-learning, dan laboratorium virtual. Di sektor kesehatan, infrastruktur digital mendukung telemedicine, rekam medis elektronik, serta konsultasi jarak jauh yang membutuhkan jaringan aman dan pengelolaan data yang andal.
Bagi dunia usaha dan UMKM, layanan digital membantu penggunaan toko online, sistem kasir digital, manajemen inventaris berbasis aplikasi, dan berbagai solusi berbasis cloud. Sementara di sektor pemerintahan, layanan publik digital, portal administrasi, dan sistem informasi kependudukan membutuhkan infrastruktur teknologi informasi yang stabil.
Untuk mendukung kebutuhan lintas sektor tersebut, Telkom menghadirkan sejumlah solusi enterprise, antara lain BigBox Big Data Platform, Pijar Mahir, Pijar Sekolah, SOBAT UMKM, serta solusi smart city melalui Telkom Smart Platform.
Literasi Digital Tetap Jadi Tantangan
Meski infrastruktur digital terus diperluas, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan jaringan, cloud, dan data center. Peningkatan literasi digital, kesadaran keamanan data, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab tetap menjadi pekerjaan penting.
Konektivitas yang kuat harus diikuti kemampuan masyarakat, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan begitu, digitalisasi tidak hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga memperluas akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hiburan, komunikasi, dan peluang ekonomi.
Melalui penguatan konektivitas, cloud, data center, keamanan informasi, dan solusi digital terpadu, Telkom memosisikan diri sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia. Perluasan infrastruktur ini diharapkan membawa Indonesia semakin dekat menuju transformasi digital yang inklusif, merata, aman, dan berkelanjutan.