• Tue, Aug 2026

Laba BACH Melonjak 97,5 Persen, Ditopang Permintaan Genset dan Kontrak Rental

Laba BACH Melonjak 97,5 Persen, Ditopang Permintaan Genset dan Kontrak Rental

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatat lonjakan laba bersih 97,5 persen sepanjang 2025 menjadi Rp155,6 miliar. Kinerja tersebut ditopang kenaikan pendapatan dari penjualan genset, tambahan kontrak rental, dan membaiknya utilisasi armada.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Bach Multi Global Tbk (BACH) membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang 2025. Pendapatan perseroan naik 39,7 persen secara tahunan menjadi Rp1,73 triliun, dari Rp1,24 triliun pada 2024.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang peningkatan volume penjualan genset dan tambahan kontrak rental seiring menguatnya permintaan pelanggan. Segmen rental juga mendapat dorongan dari utilisasi armada yang lebih baik serta basis pelanggan yang lebih luas.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih BACH hampir berlipat dua. Laba bersih perseroan naik 97,5 persen menjadi Rp155,6 miliar, dari Rp78,7 miliar pada tahun sebelumnya.

Margin Membaik

Pertumbuhan laba BACH tidak hanya berasal dari kenaikan penjualan. Efisiensi biaya dan leverage operasional yang lebih baik turut memperkuat profitabilitas perseroan.

Dalam data keuangan 2025, pendapatan BACH mencapai Rp1,73 triliun, laba operasi Rp220,08 miliar, dan laba bersih Rp155,55 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan 2024 ketika pendapatan sebesar Rp1,24 triliun, laba operasi Rp115,02 miliar, dan laba bersih Rp78,74 miliar.

Rasio profitabilitas juga membaik. Return on assets atau ROA naik menjadi 12,62 persen pada 2025, sedangkan return on equity atau ROE meningkat menjadi 29,02 persen. Pada 2024, ROA BACH berada di level 9,65 persen dan ROE 18,14 persen.

Segmen Rental Lebih Tebal

Dari sisi margin, segmen rental menjadi penyumbang margin kotor tertinggi. Berdasarkan grafik pada halaman 3 laporan, margin kotor segmen rental meningkat dari 39,23 persen pada 2024 menjadi 64,66 persen pada 2025. Sementara margin kotor konstruksi dan jasa naik menjadi 18,18 persen.

Kenaikan margin ini penting karena pendapatan berulang dari rental dapat membantu stabilitas arus kas. Manajemen juga menargetkan pertumbuhan laba melalui akuisisi pelanggan baru, perluasan jaringan penjualan dan rental, peningkatan utilisasi aset, serta fokus pada segmen usaha bermargin lebih tinggi.

Dengan kinerja tersebut, BACH memasuki 2026 dengan fondasi laba yang lebih kuat. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kemampuan perseroan menjaga permintaan genset, memperbesar kontrak rental, dan mempertahankan efisiensi biaya.