• Tue, Aug 2026

Global Telekomunikasi Prima Jadi Pengendali BACH dengan Kepemilikan 51 Persen

Global Telekomunikasi Prima Jadi Pengendali BACH dengan Kepemilikan 51 Persen

PT Global Telekomunikasi Prima menjadi pemegang saham pengendali PT Bach Multi Global Tbk (BACH) setelah pelaksanaan opsi pembelian saham pasca-IPO. Kepemilikan GTP di BACH meningkat menjadi 51 persen.

Struktur pengendalian PT Bach Multi Global Tbk (BACH) berubah setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau IPO. PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) menjadi pemegang saham pengendali perseroan melalui pelaksanaan perjanjian opsi dengan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI).

Berdasarkan perjanjian tersebut, GTP menggunakan haknya untuk mengambil alih 1,04 miliar saham dari BMSI. Transaksi itu membuat kepemilikan GTP naik menjadi 51 persen dari total saham beredar BACH setelah IPO.

Perubahan pengendali ini dinilai menjadi katalis strategis bagi BACH. Dengan masuknya GTP sebagai pemegang saham pengendali, perseroan diproyeksikan memperoleh dukungan finansial yang lebih kuat, penguatan tata kelola, dan peluang bisnis baru.

## BMSI Masih Memegang 26,77 Persen

Setelah perubahan struktur kepemilikan, GTP menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 51 persen. PT Bach Multi Sukses Investama masih menggenggam 26,77 persen saham, sementara publik memegang 22,23 persen.

BACH sendiri bergerak sebagai penyedia solusi daya terintegrasi. Bisnis intinya mencakup penjualan dan rental genset, didukung layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan juga memiliki ruang lingkup usaha di bidang pembangkitan listrik, instalasi listrik dan telekomunikasi, konstruksi sipil elektrikal, serta penyewaan peralatan industri.

## Peluang dari Ekspansi Telekomunikasi

Perubahan pemegang saham pengendali terjadi pada saat BACH membukukan kinerja keuangan yang kuat. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan tumbuh 39,7 persen menjadi Rp1,73 triliun, sedangkan laba bersih naik 97,5 persen menjadi Rp155,6 miliar.

Dengan dukungan pemegang saham pengendali baru, BACH berpotensi memperkuat posisi di bisnis genset, rental, dan jasa infrastruktur telekomunikasi. Apalagi, kebutuhan energi cadangan dan layanan pemeliharaan jaringan diperkirakan tetap penting seiring ekspansi infrastruktur digital di Indonesia.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kemampuan BACH mengelola pertumbuhan, menjaga arus kas, dan mengendalikan utang. Data keuangan menunjukkan net gearing ratio BACH naik dari 0,28 kali pada 2024 menjadi 0,70 kali pada 2025, sementara current ratio turun dari 1,88 kali menjadi 1,29 kali.

Perubahan pengendali memberi peluang strategis, tetapi efektivitasnya baru akan terlihat dari kemampuan perseroan menerjemahkan dukungan tersebut menjadi kontrak baru, peningkatan utilisasi aset, dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.