• Tue, Oct 2026

Jembatan Warungasem Capai 90 Persen, Batang Percepat Proyek Akhir Tahun

Jembatan Warungasem Capai 90 Persen, Batang Percepat Proyek Akhir Tahun

Pembangunan Jembatan Warungasem di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah daerah mempercepat pekerjaan untuk memperkuat konektivitas dan akses masyarakat.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Batang Endro Suryono menyampaikan perkembangan itu pada Jumat, 9 Oktober 2026. Keterangan tersebut dipublikasikan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Batang.

“Untuk Jembatan Warungasem, progresnya sudah sekitar 90 persen,” kata Endro. Ia berharap fasilitas tersebut segera dapat digunakan masyarakat.

Pekerjaan jembatan juga berlangsung di Kalibelo dan Kali Anyar. Kedua lokasi mempunyai fungsi berbeda dalam mendukung mobilitas warga dan kegiatan pariwisata.

Jembatan Kalibelo diarahkan untuk memperbaiki akses menuju kawasan wisata. Sementara itu, Jembatan Kali Anyar di Kecamatan Gringsing menjadi penghubung menuju Pantai Jodo.

DPUPR turut menangani sejumlah jembatan berukuran lebih kecil. Penanganan tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur daerah untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.

Pemerintah menargetkan pekerjaan yang menggunakan anggaran perubahan selesai pada pertengahan Desember 2026. Target itu berlaku bagi kelompok pekerjaan tersebut, sementara tanggal pembukaan Warungasem belum disebutkan secara khusus.

“Pekerjaan yang menggunakan anggaran perubahan ini bisa rampung pada pertengahan Desember 2026,” ujar Endro. Penyelesaian proyek masih menjadi sasaran pemerintah, dengan pekerjaan fisik tetap berlangsung.

Persentase 90 persen menunjukkan Warungasem mendekati akhir konstruksi. Namun, pengumuman tersebut belum menjelaskan bagian pekerjaan yang tersisa ataupun jadwal pemeriksaan sebelum pemanfaatan.

Nilai kontrak, panjang bentang, lebar jembatan, dan kapasitas bebannya juga belum dicantumkan. Karena itu, data yang tersedia belum cukup untuk menghitung biaya pembangunan maupun menilai kapasitas layanan.

Secara ekonomi, manfaat jembatan akan bergantung pada kelancaran hubungan dengan jalan di kedua sisinya. Akses yang tersambung dapat membantu perjalanan warga, pengiriman barang, dan kunjungan menuju lokasi wisata.

Evaluasi setelah pembukaan perlu melihat perubahan waktu tempuh serta biaya perjalanan. Data tersebut dapat menunjukkan manfaat pembangunan secara lebih terukur dibandingkan persentase konstruksi saja.