LPDS: Wartawan harus lebih Pintar dari AI
Wartawan dituntut lebih pintar dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, karena lebih memiliki nurani dan etika jurnalistik.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani kalah ?melawan Yamaguchi dari Jepang. Pada set pertama Putri ?tertinggal dengan skor 19-21 dan di set kedua dengan 20-22. Namun perjuangannya perlu mendapatkan apreasiasi. Polwan tersebut berjuang optimal dan melakukan perlawanan yang ketat pada pertandingan Jumat, 6 Juni 2025. Sebelumnya ia mendapatkan ujian konsistensi di turnamen Indonesia Terbuka 2025. Putri tidak hanya diuji untuk mempertahankan performa ketika bertemu pemain elite, tetapi juga ketika melawan atlet berlevel sama atau di bawahnya. Putri melaju ke babak 16 besar Indonesia Terbuka 2025 setelah memenangi laga pertama melawan Malvika Bansod (India) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Putri berhak melangkah ke babak selanjutnya setelah Bansod memutuskan tidak melanjutkan laga karena cedera kaki. Saat Bansod memegang kaki kirinya sambil kesakitan, pemain India peringkat ke-22 dunia ini sedang unggul 21-16, 16-15. Bansod cedera ketika berusaha melangkah mundur selepas mengembalikan kok Putri. Bansod sempat mendapatkan perawatan medis dan berusaha untuk kembali melanjutkan laga. Namun, dia akhirnya memilih mengundurkan diri. Putri pun tak bisa banyak berkata-kata ketika ditanya soal pertandingan tersebut. );
Wartawan dituntut lebih pintar dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, karena lebih memiliki nurani dan etika jurnalistik.
Dimas Agung, sutradara film dokumenter, mendapat darah Betawi dari garis ayah yang bernama Danu Wijaya. Kakeknya H. Abdul Karim bin Napis, Betawi asli Kampung Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Betawi Institute mencanangkan gerakan atau aksi Bela Betawi Liwat Literasi untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra 2026 pada Oktober tahun ini.
