• Thu, Jun 2026

PLTGU Jawa Satu Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Bali

PLTGU Jawa Satu Perkuat Keandalan Listrik Jawa-Bali

Dengan kapasitas 1.760 megawatt, PLTGU Jawa Satu menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali 500 kV.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA; PT Jawa Satu Power memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap atau PLTGU Jawa Satu beroperasi andal dalam mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Pembangkit berkapasitas 1.760 megawatt tersebut menjadi salah satu pemasok penting dalam sistem interkoneksi Jamali 500 kilovolt.

Saat ini, dua unit PLTGU Jawa Satu telah beroperasi untuk melayani kebutuhan jaringan kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali. Unit 1 juga telah kembali masuk sistem setelah menjalani pemeliharaan. Pengaturan beban pembangkit sepenuhnya mengikuti kebutuhan sistem yang ditetapkan PT PLN melalui Pusat Pengatur Beban atau P2B.

Direktur Utama PT Jawa Satu Power Dwi Murray mengatakan, keandalan operasional menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan peran sebagai bagian dari sistem kelistrikan nasional.

“Keandalan operasional merupakan prioritas utama kami dalam menjalankan peran sebagai bagian dari sistem kelistrikan Jawa-Bali. Saat ini, PLTGU Jawa Satu beroperasi dengan baik dan siap mendukung kebutuhan sistem sesuai pengaturan pembebanan yang ditetapkan PLN,” ujar Dwi, seperti dikutip dari Kompas.id.

Menurut Dwi, penyelesaian pemeliharaan Unit 1 yang lebih cepat dari rencana menunjukkan kesiapan tim dalam menjaga pasokan listrik. Pemeliharaan berkala tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga performa pembangkit agar tetap aman, andal, dan efisien.

Jawa Satu Power secara konsisten menjalankan program pemeliharaan sesuai standar operasional dan praktik terbaik industri. Dengan selesainya pemeliharaan Unit 1, pembangkit tersebut kembali siap mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Jamali.

PLTGU Jawa Satu beroperasi dalam sistem interkoneksi. Artinya, pembebanan setiap pembangkit tidak dilakukan secara mandiri, melainkan diatur secara terpusat oleh PLN melalui P2B sesuai kebutuhan sistem. Pola ini penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan listrik di jaringan Jawa-Bali.

Dwi menambahkan, sebagai salah satu PLTGU terbesar di Asia, Jawa Satu Power memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan kinerja operasional yang andal dan efisien. Pembangkit ini didukung teknologi combined cycle generasi terkini serta sumber daya manusia yang kompeten.

“Dengan dukungan teknologi combined cycle generasi terkini serta sumber daya manusia yang kompeten, kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi optimal bagi ketahanan energi dan keandalan sistem kelistrikan nasional,” kata Dwi.

Teknologi combined cycle memungkinkan pembangkit menghasilkan listrik secara lebih efisien. Pada sistem ini, energi dari turbin gas dimanfaatkan kembali untuk menggerakkan turbin uap sehingga produksi listrik dapat lebih optimal dibandingkan pembangkit konvensional berbasis gas.

Keandalan PLTGU Jawa Satu dinilai penting seiring pertumbuhan kebutuhan listrik nasional. Pasokan listrik yang stabil menjadi salah satu prasyarat bagi aktivitas rumah tangga, industri, perdagangan, dan layanan publik.

Dengan kapasitas terpasang 1.760 MW, PLTGU Jawa Satu menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga gas dan uap terbesar di Asia. Pembangkit ini dirancang untuk mendukung pasokan listrik yang lebih efisien, andal, dan ramah lingkungan.

Jawa Satu Power menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan PLN dan para pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan listrik yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menopang ketahanan energi nasional.