Sebanyak 227.365 Sekolah Membutuhkan Sambungan dan Tambahan Daya Listrik
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Setiap politikus memang perlu membangun citra. Perlu investasi politik. Perlu dukungan massa.?Tapi yang berpikir jernih tentu bisa melihat: Pertama, proaktif atau reakti. Kedua, menyejesaikan masalah atau bikin masalah. Ketiga, membangun apa merusak. Keempat, bermanfaat bagi rakyat atau cuma menanfaatkan rakyat Kelima, pakai uang negara untuk investasi politik pribadi atau pakai uang pribadi untuk kemaslahatan umum.
Integritas itu milik mereka yg ucapan dan perbuatan tidak berjarak terlalu jauh.?Kata Jokowi: wi wok de tok. Not onli tok de tok. Saya dari dahulu sama sekali tidak kagum sama orang yang cuma pintar ngomong. Yang produktif itu aksi.?Karena itu saya alergis terhadap budaya politik Indonesia. Juga ulama yang ngumpulin duit dari jamaah yang terhipnotis oleh omongan, tapi tak mampu menggerakkan untuk melakukan kebajikan. Omongan baru punya makna kalau menjelma menjadi aksi positif, produktif, dan menginspirasi serta menggerakkan orang utk melakukan hal positif dan bermanfaat.?Saya tidak kagum pada CO2, cuma omon omon Saya juga tidak kagum pada COOK, cuma omong omong kosong. *) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Infrastruktur.co.id. );
Sebanyak 227.365 satuan pendidikan di Indonesia membutuhkan sambungan baru atau penambahan daya listrik untuk mendukung program digitalisasi pembelajaran.
Diluncurkan 9 September 2026 di Hall Dewan Pers dalam Peringatan 20 Tahun Wafat Amir DaudJakarta, 14 Agustus 2026 – Lahyanto Network akan menerbitkan buku biografi AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA pada 9 September 2026.
Anak ini luar biasa. Dilantik bulan Februari 2021 sebagai walikota Solo, ia tak perlu menyelesaikan tugasnya sebagai walikota. Langsung bisa menjadi wakil presiden. Bahkan dengan umur yang belum cukup sesuai konstitusi. Luar biasa hebatnya Mas kita ini. Siapa dulu bapaknya: Joko Widodo, yang saat itu menjadi presiden kita semua.