• Tue, Sep 2026

Abu Anak Krakatau Tutup Sementara Bandara Soekarno-Hatta

Abu Anak Krakatau Tutup Sementara Bandara Soekarno-Hatta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara selama empat jam pada Minggu dini hari setelah pemeriksaan mendeteksi indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Perhubungan menutup sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu pukul 01.30–05.30 WIB. Penutupan diberlakukan melalui Notice to Airmen atau NOTAM Nomor A3341/26.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan indikasi abu vulkanik di kawasan bandara.

Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu, 5 September 2026, pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan terdampak. Pada penerbangan internasional terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang.

Rute internasional terdampak meliputi Singapura, Hong Kong, Sydney, Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Sementara itu, penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu pengalihan pada rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Kementerian Perhubungan memperkirakan gangguan dapat menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal. Pemantauan dilakukan bersama pengelola bandara, maskapai, penyelenggara navigasi penerbangan, dan BMKG.

Nilai kerugian akibat pembatalan dan penundaan penerbangan belum diumumkan. Calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan langsung melalui maskapai sebelum berangkat menuju bandara.