• Sat, Jun 2026

Bau Busuk, Tutup Segera Dapur MBG Jagakarsa 008

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Jagakarsa 008 yang mengabaikan kebersihan sangat berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Pemerintah telah menerapkan sanksi tegas hingga penutupan bagi pengelola yang melanggar standar sanitasi. Warga meminta dapur milik politisi Partai Gerindra Wahyu Dewanto segera ditutup.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Jagakarsa 008 yang mengabaikan kebersihan sangat berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Pemerintah telah menerapkan sanksi tegas hingga penutupan bagi pengelola yang melanggar standar sanitasi. Warga meminta dapur milik politisi Partai Gerindra Wahyu Dewanto segera ditutup.
 
Warga meminta pemerintah menjalankan ketentuan sanksi dan pengawasan yang berlaku untuk dapur MBG:
  • Penangguhan Operasional: Dapur yang tidak menindaklanjuti rekomendasi sanitasi (seperti belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL) akan dikenai sanksi penutupan atau penangguhan sementara.
  • Kategori Perbaikan Mayor: Sanksi administratif dan evaluasi ketat diberlakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bagi pengelola yang melanggar prosedur pengelolaan limbah.
  • Evaluasi Sisa Makanan: Pengelola dilarang membuang sisa makanan secara sembarangan karena sisa tersebut wajib dilaporkan sebagai bahan evaluasi.

BAU BUSUK

Bau busuk dari limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)  mencemari lingkungan penumpukan sisa makanan, lemak, dan minyak yang memburuk serta menghasilkan gas hidrogen sulfida. Hal ini terjadi karena instalasasi pengolahan limbah (IPAL) tidak berfungsi sehingga diuang langsung ke parit.
 
Lahyanto Nadie, warga RT 001 RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan,  menyampaikan pengaduan pencemaran lingkungan dan bau busuk akibat operasional dapur MBG Jagakarsa 008, kepada kepada Lurah Srengseng Sawah Sunardi. Ia menyampaikan keberatan yang sangat mendesak terkait operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Jagakarsa 008 yang berlokasi di Jl. Haji Sibi No. 2.
 
Sejak beroperasinya dapur tersebut, lingkungan pemukiman terganggu oleh bau busuk menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah cair sisa masakan dan penumpukan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik. Selain mengganggu kenyamanan dan kesehatan (mual/pusing), aktivitas ini juga memicu masalah lalu lintas di sepanjang Jl. Haji Sibi.
 
"Kami memohon agar pihak berwenang segera melakukan peninjauan lapangan [sidak] sanitasi, serta menegur pihak pengelola [Yayasan Generasi Emas Bangsa] agar memperbaiki sistem pembuangan limbah mereka demi kesehatan warga," ujar tokoh Betawi tersebut.
 
Ia telah meminta kepada penanggung jawab Dapur MBG Jagakarsa 008 Firli Ibrahim agar pemiliknya, Wahyu Dewanto,Anggota DPRD dari Partai Gerindra untuk menyelesaikan persoalan itu. Namun hingga kini belum ada jawaban. "Saya sudah sampaikan kepada ajudannya," kata Firli.
 
Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan penutupan dan penangguhan operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah akibat berbagai pelanggaran dan penyimpangan. "Sebaiknya memang harus segera ditutup karena sangat mengganggu," ujar Lahyanto.