• Tue, Jun 2026

KAI Tertibkan Bangunan Liar di Jalur Pasar Senen-Pasar Gaplok, Warga Direlokasi ke Hunian Senen

KAI Tertibkan Bangunan Liar di Jalur Pasar Senen-Pasar Gaplok, Warga Direlokasi ke Hunian Senen

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menertibkan puluhan lapak dan bangunan liar di sepanjang jalur Stasiun Pasar Senen-Pasar Gaplok. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang manfaat dan ruang milik jalur kereta api agar tetap steril, aman, dan tidak mengganggu perjalanan kereta.

INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia atau KAI Daerah Operasi 1 Jakarta membongkar 38 lapak pedagang dan 57 bangunan liar di sepanjang petak jalan Stasiun Pasar Senen hingga Pasar Gaplok, Jakarta.

Penertiban dilakukan untuk memastikan area sekitar jalur kereta api kembali steril dari aktivitas dan bangunan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, ruang di sekitar jalur rel harus bebas dari bangunan dan kegiatan yang dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Area di sekitar jalur harus tetap steril dari bangunan maupun aktivitas yang dapat membahayakan masyarakat dan mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” kata Franoto di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Franoto, kegiatan bersih lintas dan penertiban kawasan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Fokus utama penertiban diarahkan pada titik-titik yang memiliki potensi gangguan tinggi terhadap operasional kereta.

Libatkan Pemerintah Daerah

Operasi penertiban berlangsung sejak Sabtu, 27 Juni 2026, dan berlanjut hingga Minggu, 28 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, KAI Daop 1 Jakarta bekerja sama dengan pemerintah daerah dan unsur terkait.

Petugas merobohkan bangunan liar yang berdiri di sekitar jalur rel, kemudian membersihkan sisa material hasil penertiban. Langkah ini dilakukan agar kawasan di sekitar rel kembali tertata, aman, dan tidak menjadi sumber gangguan perjalanan kereta.

KAI menilai keberadaan bangunan tidak resmi di sekitar jalur rel berisiko tinggi. Selain membahayakan warga yang beraktivitas terlalu dekat dengan lintasan kereta, bangunan liar juga dapat menghambat pengawasan, perawatan, dan pengamanan jalur.

Franoto menyebut, penertiban ini bukan sekadar penataan fisik, melainkan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan. Jalur kereta api harus dijaga dari aktivitas yang tidak semestinya karena frekuensi perjalanan kereta di wilayah perkotaan relatif tinggi.

Warga Direlokasi ke Hunian Senen

Selain membongkar bangunan liar, penertiban juga disertai relokasi warga terdampak. Sebanyak 183 jiwa dari 57 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal secara ilegal di zona bahaya rel dipindahkan ke Hunian Senen yang telah disiapkan pemerintah.

Relokasi tersebut dilakukan agar warga tidak lagi tinggal di area yang berisiko tinggi terhadap keselamatan. KAI berharap pemindahan ini dapat memberi ruang hidup yang lebih layak bagi warga, sekaligus menjaga jalur kereta tetap steril.

Menurut Franoto, KAI Daop 1 Jakarta akan terus memperketat pengawasan dan penataan di sepanjang jalur perkeretaapian. Upaya ini penting untuk memastikan tidak ada lagi bangunan liar atau aktivitas masyarakat yang terlalu dekat dengan rel.

“Melalui kegiatan ini, kawasan petak jalan Stasiun Pasar Senen-Pasar Gaplok diharapkan menjadi lebih tertib, steril, dan mendukung kelancaran operasional kereta api,” ujar Franoto.

Penertiban kawasan rel menjadi bagian penting dari keselamatan transportasi publik. Di tengah tingginya mobilitas penumpang kereta di Jakarta, sterilisasi jalur menjadi syarat utama agar perjalanan kereta tetap aman, lancar, dan tidak membahayakan masyarakat sekitar.