PLN IP Kembangkan Aset Karbon PLTP Gunung Salak
PLN Indonesia Power dan South Pole AG melanjutkan kerja sama pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak untuk memberi nilai ekonomi pada pengurangan emisi.
Satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt kembali beroperasi, tetapi pasokan listrik di Sulawesi bagian selatan belum sepenuhnya normal karena sejumlah pembangkit masih mengalami penurunan daya mampu.
PT PLN menyatakan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeneponto berkapasitas 125 megawatt telah kembali beroperasi dan memasok listrik ke sistem Sulawesi bagian selatan atau Sulbagsel.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan masuknya pembangkit tersebut telah mengurangi jumlah beban listrik yang terdampak.
Namun, sejumlah pembangkit lain masih belum beroperasi optimal. PLN karena itu masih mengatur keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik berdasarkan kondisi sistem secara waktu nyata.
Pengaturan beban secara bertahap masih dapat diberlakukan selama daya mampu pasok belum sepenuhnya pulih. Informasi mengenai jadwal dan wilayah terdampak disampaikan melalui PLN Mobile dan kanal resmi unit layanan pelanggan.
Pemadaman bergilir selama sekitar sepekan sebelumnya berdampak terhadap kegiatan masyarakat serta operasional hotel, restoran, dan kafe. Pelaku usaha harus menanggung tambahan biaya apabila menggunakan pembangkit listrik cadangan.
PLN belum mengumumkan kapasitas total pembangkit yang masih terganggu, kebutuhan biaya pemulihan, maupun target waktu normalisasi sistem. Perusahaan menyatakan petugas terus mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia.
PLN Indonesia Power dan South Pole AG melanjutkan kerja sama pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak untuk memberi nilai ekonomi pada pengurangan emisi.
Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan berkapasitas sekitar 42,6 gigawatt hingga 2034, setara 62 persen dari rencana penambahan kapasitas listrik nasional.
Pemerintah mulai menjalankan program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) dengan 14 proyek berkapasitas 5,3 GWp. Namun, sebagian besar proyek tersebut belum beroperasi, sementara target 30 GWp tahun ini menghadapi tantangan tender, pembiayaan, jaringan transmisi, dan penyimpanan energi.